Film LAST NIGHT IN SOHO Hadir Di Bioskop CGV, Peringatan Untuk Penonton Yang Rentan Terhadap Epilepsi Fotosensitif

Film Horor tidak selalu hadir dalam nuansa gelap, kali ini Edward Wright mempersembahkan sebuah film horor dalam balutan pesta, musik, dansa dengan warna-warna cerah di Last Night in Soho. Film ini memberikan pengalaman baru dalam menikmati suguhan horor psikologis.

Film ini menceritakan tentang seorang gadis secara misterius berada ke London tahun 1960-an, di mana dia menjalani kehidupan seorang penyanyi yang mempesona. Namun, perlahan kehidupan glamor ini mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih menyeramkan.

Dibintangi oleh Thomasin McKenzie, Anya Taylor-Joy, Terence Stamp, dan Diana Rigg, film Last Night in Soho di balut dengan sinematik yang menawan dengan sutradara Edgar Wright (Shaun of the Dead, Baby Driver) yang secara kreatif menyajikan kolaborasi antara misteri dan horror. Film ini juga menampilkan musik tahun enam puluhan yang spektakular.

Namun kami juga ingin memberi peringatan bagi teman seru, bahwa film berdurasi 2 jam, 12 menit ini memiliki rated R, yang dimana terdapat adegan kekerasan, berdarah, konten seksual, adengan narkoba dan nudity sehingga mungkin akan memberikan rasa tidak nyaman.

Selain itu, pihak Last Night In Soho juga menyampaikan bahwa film Last Night In Soho berisi beberapa rangkaian flash lights (lampu berkedip) yang dapat mempengaruhi pemirsa yang rentan terhadap Photosensitive Epilepsy atau foto sensitivitas lainnya.