Fakta dan Fiksi di Film Horror Midsommar

FILM terbaru Ari Aster, Midsommar sempat tertunda penayangannya di Indonesia akibat sempat tidak lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Awalnya, Midsommar dijadwalkan tayang pada 3 Juli, namun harus mundur hingga akhirnya bisa tayang di Indonesia per 7 September. Film Ari Aster sebelumnya, yang juga diproduksi A24, Hereditary berhasil mencuri perhatian publik. Dalam Hereditary, Aster membubuhkan unsur horor yang berkaitan erat dengan suatu ritual.

Di Midsommar, tidak jauh berbeda juga perihal karakter filmnya yang berada di tengah ritual. Kali ini, Aster mengangkat ritual kuno yang ada di masyarakat Swedia, mengenai festival dan tradisi di tengah musim panas (midsummer), dalam festival solstice, (titik balik matahari) selama sembilan hari. Matt Miller, editor Esquire sebagaimana dilansir media tersebut baru-baru, mengonfirmasi hal-hal yang ada di film Midsommar dengan wartawan dan penulis Swedia Po Tidholm — yang telah menulis buku tentang tradisi Swedia — untuk memilah-milah sejarah sebenarnya dari festival ini.


1. Sejarah Midsummer

Sebagian besar kengerian di Midsommar berasal dari sejarah pagan kuno mengenai festival musim panas. Namun, menurut Tidholm, festival Pertengahan Musim Panas (Midsummer) di Swedia sebenarnya memiliki sedikit akar Pagan. "Swedia adalah negara yang sepenuhnya modern dan urban saat ini, tetapi midsummer merupakan salah satu momen liburan, ketika masyarakat Swedia terhubung kembali dengan warisan agraria yang lebih. Banyak warga yang memulai liburan musim panas mereka pada sekitar pertengahan musim panas, dan meninggalkan kota untuk menghabiskan waktu di pondok, rumah musim panas, atau di desa-desa kediaman saudara. Midsummer itu merayakan musim panas, makan ikan haring, minum aquavit, dan begadang. Ini merupakan tradisi yang ringan dan bahagia," jelas Tidholm melalui surel yang diterima Matt Miller.


2. Perayaan Era Agraris

Po Tidholm bersama Agneta Lilja, dosen etnologi di Södertörn University College, Stockholm menulis terkait sejarah perayaan midsummer. Pada era agraris, perayaan midsummer di Swedia diadakan untuk menyambut musim panas dan masa subur. Di beberapa daerah orang berpakaian seperti ''green men,'' dibalut dengan tumbuhan pakis. Mereka juga mendekorasi rumah dan peralatan pertanian mereka dengan dedaunan, dan mengangkat tiang-tiang tinggi yang rimbun untuk menari-nari, mungkin pada awal tahun 1500-an.

Baru pada tahun 1900-an, midsummer menjadi festival paling tradisional di Swedia. Di Swedia, midsummer kebanyakan dirayakan di bagian selatan. Anak-anak  muda juga kerap mengunjungi mata air suci,  mereka minum air penyembuhan dan menghibur diri mereka dengan permainan dan tarian. Kunjungan-kunjungan ini merupakan pengingat John The Baptist ketika membaptis Kristus di Sungai Yordan.


3. Pengorbanan Kematian

Salah satu adegan yang bakal menyentak penonton mungkin ialah ketika dua lansia melakukan bunuh diri sebagai pengorbanan dalam upacara publik sebagai bagian dari yang diyakini komunitas ini sebagai lingkaran kehidupan. Pada titik ini dalam film, tidak ada tamu asing yang sepenuhnya menyadari kengerian apa yang terjadi di sekitar mereka, dan bahkan penduduk setempat, dan teman dari dua karakter utama Dani (Florence Pugh) dan Christian (Jack Reynor), Pelle (Vilhelm Blomgren) berhasil meyakinkan beberapa dari mereka tentang keindahan upacara ini.

"Setahu saya tidak pernah ada pengorbanan di midsummer. Bahkan di zaman kuno sekalipun," kata Tidholm. Meskipun tampaknya tidak ada hubungan khusus dengan ritual pengorbanan di festival midsummer Swedia, gagasan itu memang memiliki sejarah di pagan Eropa kuno lainnya. Seperti di tempat lain, di Jerman misalnya, api unggun digunakan untuk pengorbanan manusia selama solstice ke Sun Goddess Saule. Tradisi-tradisi ini tampaknya lebih sejalan dengan yang ada di Midsommar garapan Aster.


4. Rune Kuno

Midsommar sangat bergantung pada simbolisme kuno, terutama pada rune yang terlihat di dinding, dalam formasi meja makan, selimut, pakaian, dan kuburan. Alfabet rune adalah sekumpulan huruf yang dulu digunakan untuk menuliskan bahasa Jermanik, khususnya di Skandinavia dan Kepulauan Britania sebelum datangnya Kristen. Variannya di Skandinavia biasa disebut sebagai Futhark, dan di Inggris kuno sering disebut Futhorc akibat perubahan suara.

Rune dalam Midsommar memainkan peran penting, tetapi sepengetahuan Tidholm, tidak pernah ada rune yang terkait dengan perayaan midsummer di Swedia. Namun, Matt Miller menemukan beberapa bukti rune Norse serupa di Swedia. Meskipun tidak ada hubungannya dengan midsummer secara khusus, rune yang ditemukan Matt terlihat sangat mirip dengan yang ada di film. Faktanya, baru-baru ini pada bulan Mei, pemerintah Swedia berusaha untuk melarang rune Norse kuno ini karena dikabarkan "disalahgunakan oleh kelompok neo-Nazi,".


5. Tarian Maypole

"''Midsommarstång'' atau ''maypole'' Swedia dikatakan berasal dari Jerman, peninggalan Kristen. Hari untuk menghormati John The Baptist, tetapi saat ini kan hari libur benar-benar sekuler, kita merayakan kedatangan musim panas. Ini punya akar yang agak lebih tua dari Swedia pra-industri. Orang-orang di desa-desa berkumpul, menari-nari di sekitar tiang-tiang, dan memakan ikan hering, yang cenderung kita lakukan pada setiap acara perayaan," tutur Tidholm.

Saking dianggap terlalu vulgar dan punya unsur yang sensitif di dalam film, Midsommar mendapat klasifikasi usia penonton 21+ dari LSF untuk penonton di Indonesia. Beberapa warganet yang telah menonton film ini sejak Sabtu (7/9) pun mencurahkan impresi awal mereka terhadap film melalui Twitter.

"Disturbing in a sense director-nya ahli menggunakan visual dan suara subtle yang membuat kepala resah, namun terkadang filmnya terasa fucked up just for the sake of being disturbing, ditambah banyak sensor membuat filmnya tidak sekoheren Hereditary," cuit akun @handokotjung pada (8/9).

"Pesan moral setelah nonton midsommar: Badan sensor benar benar

(BENERAN!) bukan teman kita," keluh akun @nitchii pada (7/9). Sementara itu, ada juga beberapa penonton yang merasa penyensoran Midsommar masih bisa diterima.

"Penyensoran #Midsommar itu alus lho. Berasa film rated-R yang violence-nya off screen. Kalau terkesan "kerasa banget" ya karena kita tahu filmnya kena sensor atau udah nonton entah di mana," tulis akun @rasyidharry pada (8/9). "Saya kira, terlepas dari sensar-sensor, pesan dari midsommar tersampaikan dengan baik yaitu jangan pipis sembarangan," celoteh @armandioalif pada (9/10).



Sumber : https://mediaindonesia.com/read/detail/258232-fakta-dan-fiksi-di-film-horror-midsommar