Nagini dan Mitos Siluman Ular di Layar Lebar Indonesia

Setelah kemunculannya di trailer final film ''Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald'', karakter Nagini melesat jadi bahan pembicaraan para penggemar Harry Potter Wizarding World. Pasalnya, pemilihan aktris keturunan Asia, Claudia Kim, sebagai pemeran karakter ''terkutuk'' ini dianggap sebagai sentimen Hollywood terhadap orang Asia.

Menjawab isu dan perdebatan ini, penulis J.K. Rowling turut angkat suara. Rowling mengaku pemilihan pemeran Asia disebabkan karakter tersebut terinspirasi dari mitologi siluman ular Indonesia. Istilah siluman ular memang akrab di telinga masyarakat Indonesia. Jauh sebelum maraknya sosok kuntilanak, pocong, jelangkung malang melintang di layar lebar Indonesia, sosok siluman ular sempat jadi ''primadona'' di antara makhluk mitos Indonesia lainnya. Bahkan, sosok mitologi asal cerita rakyat Tiongkok ini tercatat dalam sejarah perfilman horor Indonesia. Film bertajuk Ouw Peh Tjoa alias Doea Siloeman Oeler Poeti en Item (Dua Siluman Ular Putih dan Hitam) karya sutradara keturunan Tionghoa, The Teng Chun, menjadi film horor pertama yang ditayangkan di Indonesia.

Tak berhenti sampai itu, siluman ular di Indonesia juga lekat kaitannya dengan sosok Nyi Blorong. Nyi Blorong merupakan sosok mitologi Indonesia dalam rupa perempuan cantik bertubuh setengah ular dan setengah manusia. Dipercayai masyarakat dari generasi ke generasi, ia merupakan panglima terkuat sang penguasa Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Menariknya kisah Nyi Blorong ini sempat diangkat dalam beberapa film layar lebar produksi Rapi Films dalam periode 1980-an hingga 1990-an. Terhitung dari Nyi Blorong (1982), Perkawinan Nyi Blorong (1983), Petualangan Cinta Nyi Blorong (1986), dan Titisan Dewi Ular (1990) memanjakan penonton setia perfilman Indonesia dengan sosok siluman ular ini. Ketenaran karakter yang diperankan sosok legenda perfilman Indonesia, Suzzanna, ini tak hanya di lingkup lokal. Film Nyi Blorong versi 1982 sempat dibuat dalam versi Bahasa Inggris bertajuk ''The Snake Queen''.

Jika di Indonesia, Nyi Blorong atau sosok siluman ular erat kaitannya dengan Pantai Selatan, dalam adaptasi Rowling, Nagini hadir sebagai Maledictus. Maledictus merupakan sosok manusia yang memiliki darah terkutuk ''bawaan'' yang mampu membuatnya berubah menjadi binatang buas. Sebelumnya memang sempat disebutkan mengenai kutukan yang berhubungan dengan darah dalam kasus Astoria Malfoy. Namun sampai saat ini, satu-satunya karakter yang terdefinisi sebagai seorang Maledictus adalah Nagini.

Terlepas dari ucapan Rowling mengenai latar belakang inspirasi atau hanya gimik demi ketenaran Fantastic Beasts: The Crime of Grindelwald, sosok ular jejadian yang misterius dan kuat memang menarik untuk diangkat ke dalam bentuk karya apapun, serta kadung akrab dengan masyarakat Asia, seperti Indonesia.


Sumber : CNN Indonesia, https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180927185824-220-333819/nagini-dan-mitos-siluman-ular-di-layar-lebar-indonesia